Mommy Likes Apples

September 8, 2011 in Pojok Belajar Bahasa Inggris

Anak  : Bunda, aku tahu bahasa Inggrisnya nyanyi..

Bunda : Apa, nduk?

Anak  : Sing.

Bunda : Pinter….

(……so what?…)

Tadi malam ngobrol-ngobrol dengan salah satu saudara yang baru saja pindah ke luar negeri. Dia mengeluh tentang anaknya yang hampir putus asa mengikuti kelas internasional di negeri sono.  Alasannya sederhana, karena ternyata bahasa Inggris yang pernah dia pelajari nggak kepake, karena dia hanya sekedar tahu kosakatanya..

Yup. Itu kelemahan (kalau tidak bisa dibilang kesalahan) pertama anak-anak kita dalam belajar bahasa asing. Banyak sekali (atau hampir semua, ya? Belum survey sih..) sekolah2 mulai pra-TK, TK, hingga bahkan SD yang sekedar menunjukkan gambar2 menarik dan mengajak siswanya menghafalkan kosakata.  Tidak salah sih, tapi, trus kosakata itu mau diapakan? Belajar bahasa kan untuk berkomunikasi, bukan lomba menghafal kosakata?

Hmm..kali ini saya akan mengajak Bunda untuk bermain sambil mengajarkan kosakata untuk berkomunikasi. Permainannya sangat mudah.  Ide awalnya dari permainan Bingo, Tiga Jadi, Catur Jawa, Tic Tac Toe, atau apa lah namanya tapi dibuat sederhana. Ini langkah-langkahnya:

  1. siapkan 2 lembar kertas kosong, satu untuk bunda, satu untuk anak.
  2. masing-masing menggambar satu kotak/bingkai besar, lalu dibagi empat bagian sama besar (kalau sudah lancar bisa dibagi sembilan, enambelas, atau berapapun yang bunda dan anak mau)
  3. mulailah mengisi masing2 kotak dengan gambar tunggal. Ini bisa disesuaikan dengan tema. Misalnya, tema makanan-minuman, mainan, binatang, tokoh karakter (mungkin ini agak sulit ya.. tidak apa-apa, biarkan imajinasi anak berkembang). Catatan: variasikan gambar barang yang disukai dan yang tidak disukai.
  4. mulai permainan. Secara bergantian, berikan pertanyaan ini : DO YOU LIKE …….(isi dengan kosakata yang sesuai)? kalau suka, harus dijawab YES (tahap lanjut jawablah dengan YES, I DO.. ingat, BUKAN YES, I LIKE). Kalau tidak, jawab dengan NO (No, I don’t). lanjutkan hingga semua gambar selesai ditanyakan.
  5. Tandai jawaban YES dengan tanda centang atau simbol senyum dan jawaban NO dengan tanda silang atau simbol senyum terbalik.
  6. siap-siap ketagihan! ^.^

Contoh gambarnya seperti ini:

Note..

  • Selanjutnya, pakailah kata kerja. Contoh, sing, dance, play soccer, watch TV, dll.. Pertanyaanya akan menjadi, DO YOU LIKE SINGING? WATCHING TV? DANCING? Dll.
  • Untuk tahap lanjut, setelah selesai permainan ini, minta si anak untuk me-report yang sudah dia tanyakan. Hasilnya akan seperti ini: You like apples, but you don’t like durian.  Lanjut terus, akan menjadi seperti ini.. Mommy likes watching movies, but she doesn’t like dancing.

Selamat mencoba.  Saya yakin sepanjang permainan akan ada kosakata-kosakata baru yang ditanyakan si anak.  Jadi siap2 kamus yan bunda ^.^  Have fun, and good luck!

 

Semur Bola-bola Daging

September 7, 2011 in Pojok Resep

Hari ini bersih-bersih kulkas.. Eh, keingetan masih punya 2 bungkus daging cincang yang rencana awal mau dibikin lasagna (resepnya lihat di sini) pas lebaran minggu kemarin. Hmm.. bikin masakan sehat tapi praktis aja dulu, lasagnanya nanti dulu deehh..  Jadi deh semur bola-bola daging yang bikinnya cepet, rasanya dijamin enak, dan, anak2 suka.


Ini dia bahan2nya:
Bahan bola2 daging:
200 gr daging giling (bisa jadi ± 30 buah uk.1,5-2 cm)
¼ sdt garam
1 sdm kecap manis
¼ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk
Bahan Kuah:
1 sdm margarine
5 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, cincang kasar
2 cm jahe, memarkan
1 buah tomat, potong2
½ sdt pala bubuk
5 sdm kecap manis
½ sdt merica
500 ml air
Garam secukupnya
Gula secukupnya
Bahan tambahan:
1 buah kentang, potong2, goreng.
Bawang goreng untuk taburan
Cara membuat:
-         aduk rata daging giling, garam, kecap manis, merica bubuk dan pala bubuk, bentuk bola-bola diameter 1,5-2 cm, sisihkan.
-         Panaskan margarine, masukkan bola-bola daging, aduk hingga berubah warna, tambahkan bawang merah, bawang putih dan jahe, tumis hingga harum, lalu masukkan tomat.  Aduk hingga layu, tambahkan air, didihkan.
-         Tambahkan kecap manis, pala bubuk, garam, gula dan merica, aduk rata.
-         Masukkan kentang goreng, masak hingga meresap, lalu angkat.
-         Taburi dengan bawang goreng.

SEPULUH Benda Terkotor di Sekeliling Kita

August 6, 2011 in Pojok Sehat

Kadang kita beranggapan bahwa benda yang penuh kuman adalah benda yang kotor, berlumpur, jarang dicuci/dibersihkan, berada di ruang terbuka, dan sebagainya. Ternyata, benda-benda terdekat di sekitar kita yang terlihat bersih justru mengandung kuman yang tak terbayangkan jumlahnya.  Nggak percaya? ini dia faktanya.. siap-siap terkejut yaa… TADAAAA

10.  Sepons Cuci piring.

HAA?? ITU KAN BUAT MEMBERSIHKAN PIRING KOTOR??

Beneran lho Bun!  Yang kita pakai buat membersihkan peralatan dapur dan bak cuci piring kita ternyata justru benda yang paling kotor!  Benda kuning dan hijau itu ternyata adalah rumah paling nyaman untuk para kuman.  Lembab, berpori sangat kecil, semua itu membuat kuman yang bersarang di dalamnya sulit untuk dibasmi.  Jadi, bukannya kita membersihkan piring kotor, yang ada justru kita memindahkan kuman dari satu tempat ke tempat yang lain. WADUH!!  Cara paling ampuh untuk mengatasinya adalah dengan memasukkan sepons ke dalam microwave dan panaskan selama 60 detik.

 

9.  Bak cuci piring

Berbeda dengan pendapat umum, dapur mungkin menjadi area terkotor di rumah kita.  Kenyataanya, terdapat 500,000 bakteri per inci pada bak cuci piring saja, jadi bisa kita bayangkan kalu dihitung dengan total bakteri pada bak cucui piring plus salurannya ditambah keran airnya! Untuk mengatasi masalah ini, coba tuangkan ½ cangkir baking soda dan 1/ cangkir cuka ke dalam lubang pembuangannya.  Lalu aliri dengan air panas.  Saluran pipa anda pun akan ‘bersendawa’ lega.

 

8.  Bathtub

Betul, habis berendam air hangat tubuh kita jadi segar dan bersih.  Tapi, bagaimana dengan bathtubnya? Ternyata bathtub adalah rumah nyaman bagi bakteri yang kadang2 tidak terpikirkan oleh kita.  Percaya atau tidak, ternyata bakteri yang tertinggal pada lubang pembuangan air lebih buruk dibandingkan dengan bakteri yang ditemukan di toilet.  Kita bisa meminimalkan kuman2 tak berguna ini dengan cara membersihkan bathtub dengan pembersih khusus untuk bathtub minimal seminggu sekali.  Selamat menikmati mandi dengan bubble bath!

 

7.  Remote Control

Berapa kali remote control terciprat kopi, eskrim, tersentuh tangan berminyak setelah makan gorengan, keripik, popcorn, pizza tanpa kita peduli? Atau lebih buruk lagi, sekedar dilapkan pada sofa, karpet, atau apapun yang di dekat kita?  Banyak jenis bakteri yang dengan mudahnya berpindah hanya dengan menyentuh remote control.. Jadi, mau tetap sering-sering pindah channel?

 

6. Trolley

Yang gemar belanja di supermarket, bersiap-siap mencari kegemaran baru daripada berlama-lama mendorong troli di gang2 supermarket.  Bayangkan saja, berapa banyak macam benda yang disentuh oleh pengunjung, sebelum mereka menggenggam pegangan troli.. Sebuah studi dari Universitas Arizona menemukan bahwa, keranjang belanjaan mengandung lebih banyak kuman dibandingkan pegangan eskalator, telepon umum, bahkan toilet umum!  Jadi, ada lagi satu alasan untuk tidak berlama-lama di supermarket.  Dompet lebih aman, tangan lebih bersih!

 

bersambung…

 

 

 

DAN.. Ini dia, 5 besar benda paling kotor di sekeliling kita

August 5, 2011 in Pojok Sehat

5.  Penutup Toilet

Ada yang bisa puasa tidak menggunakan toilet barang sehari saja?  Ternyata, walaupun penutupnya terbuat dari porselen putih bersih, tetap saja penutup toilet adalah surga bagi para kuman penyakit dan virus.. Statistik menunjukkan bahwa ada 295 bakteri pada setiap inci tutup toilet bersih, dan ada 3,2 juta bakteri pada mangkuk toiletnya. WAH!

 

4.  Telepon Genggam

Orang bilang, anjing adalah teman terbaik manusia. Namun, Telepon genggam adalah teman terbaik wanita/pria modern!  Haduh! Rata-rata orang menyentuh, memencet, atau memainkan telepon genggamnya lebih sering dibandingkan menyentuh anjing atau kucing peliharaannya.  Sebuah riset dari Amerika menyatakan bahwa telepon genggam adalah tempat modern untuk banyak sekali kuman, ini disebabkan karena panas yang dihasilkan oleh telepon genggam sebanding dengan kuman yang menempel pada tangan dan muka/pipi kita.  Jadi, penggunaan lapisan anti bakteri bisa dipertimbangkan.  Atau sesering mungkin mengelap HP anda dengan lap anti bakteri.  Atau, setiap kali menggunakan HP, jangan lupa menggunakan sarung tangan plastic sekali pakai!

 

3.  Keyboard Komputer

Komputer tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia modern saat ini.. Begitu juga dengan kuman yang melekat pada setiap tuts keyboard!  Pada sebuah studi pada grup konsumen di Inggris tahun 2009,  dari 33 keyboard computer yang dijadikan sample, 4 di antaranya dikatakan berbahaya bagi kesehatan. Satu dari keempat keyboard itu bahkan disebut lebih penuh bakteri dibandingkan toilet rumah yang cenderung cukup bersih.  Satu-satunya cara untuk membersihkan bilah-bilah keyboard dan sela-sela keyboard adalah dengan menyemprotkan udara (dengan menggunakan alat pembersih khusus computer) dan menyekanya dengan kain yang mengandung sabun lembut.

 

2.  Saklar Lampu.

“Orang Terakhir yang Meninggalkan Ruangan Harap Matikan Lampu”. Begitu isi stiker di dekat saklar lampu di kantor-kantor.. Jadi, cepat-cepatlah berberes dan keluar ruangan sebelum orang terakhir.  Ini karena ternyata sakelar lampu di tempat umum menjadi tempat yang sangat menyenangkan bagi para kuman.  Bayangkan saja, bertahun-tahun disentuh oleh ratusan bahkan ribuan jari kotor.  Jadi, masih mau jadi orang terakhir yang keluar ruangan?

 

1.  Uang

Semua orang suka uang, tapi nggak ada orang yang suka pada kuman yang menyertainya! Mulai dari uang di kasir toko ternama di mall terkenal, kantor eksekutif, hingga pengemis di jalan raya, semua membawa kuman yang banyak banget di kantongnya.  Dr. Darlington, seorang pakar di Komisi Kesehatan di New York menemukan ada 126.000 hingga 135.000 bakteri dalam satu lembar uang!  Cara termudah untuk mengatasinya adalah, buang uang anda!  Heheee.. nggak lah.. Cuci tangan saja pakai sabun setelah memegang uang.

 

 

 

Bye-bye Sakit!

August 5, 2011 in Pojok Sehat

 

Kadang-kadang kita berpikir yang njlimet jika berhubungan dengan kata “hidup Sehat” atau “Keluarga Sehat”, bebas dari penyakit.

Pernahkah kita berpikir sederhana, bahwa sebenarnya untuk menghindar dari penyakit, bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana?

Cuci Tangan.  Ya, itu dia.

Kadang-kadang kita mengabaikan aktivitas sederhana itu.. Ah, tanganku bersih kok.. Ah, anakku kan nggak main tanah tadi.. Ah, cuma kotor dikit, dilap juga bersih, atau, ah, air mahal, jangan dibuang2..

Bundaaa… walaupun nggak kelihatan, ternyata tangan kita penuh dengan kuman lho.. dan kuman itu akan dengan mudah masuk ke tubuh kita melalui hidung dan mulut.  Padahal, berapa kali sehari kita pegang2 hidung, mengelap mulut, mengusap mata, mengusap anak kita, hidung anak kita.. duh..sering yaaa..

Nah, sesering itu juga kemungkinan kuman masuk ke tubuh kita dan anak kita..

Oh, tapi saya sudah cuci tangan kok tadi..

Hmm.. ternyata cuci tangan saja pun tidak cukup, Bunda.. karena cuci tangan pun ada tekniknya yang benar.. silakan dilihat gambar di bawah ini yaa..

 

Nah, lamanya cuci tangan yang benar itu adalah selama kita menyanyi ABC  itu lho.. yang kayak lagu twinkle-twinkle little star..

Nah, jadi sekarang kita bisa mulai sering2 cuci tangan, terutama sebelum kita memasak, menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah membersihkan hidung (bahasa Jawa: sisi–mengeluarkan ingus dari hidung), setelah dari kamar mandi, dan ketika di tempat umum.  Dan, bonusnya adalah, kita bisa menjaga keluarga sehat kita tetap sehat.


Nggak Pinter-pinter

August 5, 2011 in Pojok Belajar Bahasa Inggris

Anakku udah les di tempat paling keren, gurunya bule semua, tapi kok tetap nggak bisa cas-cis-cus ya?

Tidak sedikit Lembaga Kursus Bahasa Inggris yang menjanjikan pesertanya bisa lancar berbahasa Inggris dalam waktu singkat..

Hanya 2 bulan bisa langsung casciscus! begitu janjinya.. Bener banget sih, dalam waktu dua bulan bisa bilang cas, cis, dan cus. gampang kan?  Itu mah nggak perlu dua bulan, satu jam juga bisa..heheee..

Kembali ke pertanyaan awal.. Kenapa anak kita sudah les di tempat les tertentu dalam jangka waktu tertentu tapi belum bisa berbicara dengan lancar?

Saya akan bilang, TUNGGU.  Ketika anak pada usia dini belajar (kalo saya bilang sih, belajar apapun), tahap pertama yang akan dia lakukan adalah menyimpan data. Istilah kerennya Receptive stage. (Inget deh anak2 kita waktu bayi.  Ketika kita bilang “mama” apakah mereka akan serta merta menirukan ucapan kita?  (anak umur 2 minggu tiba2 panggil kita mama? yang ada kitanya malah kabur kali..hehee).. Nggak kaann..tapi proses pembelajaran sebenarnya sudah terjadi di situ.  Pada saatnya nanti, dia akan mengeluarkan semua yang dia pelajari (tahap lanjut, productive stage)

Berapa lama tuh biar masuk ke tahap productive?  Jangan tanya lamanya ya Bunda, karena itu benar2 tergantung pada si anak dan juga lingkungannya.  Ikuti saja alurnya, beri dukungan, dan–ini yang paling penting– jangan memaksa.. Nanti kita akan sangat terkejut ketika tiba2 anak kita mengucapkan sesuatu pada saat yang tepat.